About Me

My Photo
Muhamad Subekti
View my complete profile

Breaker Banyumas

Breaker Banyumas
Porta Blakasuta 262

Formulir Rapi




Muhamad Subekti JZ 10 LHG. Powered by Blogger.

Followers

Saturday
Ini cerita awalnya saya kenal sama 80M Band. Awalnya sih aq cuma diminta memperbaiki perangkat 80M Band punya bapak-bapak, beliau beli perangkat tersebut dari seorang guru STM, perangkat itu masih dalam modul AM. Psawat bapak itu rusak dan orang yang bikin udah ga ada lagi, maka oleh bapak itu perangkatnya dibawa ke bengkel elektronik kebetulan di tempat saya waktu itu. saya bilang: "wah klu yang beginian saya ga bisa pak...". Bapak itu bilang: "yang penting kamu coba dulu di kotak-katik, cari dulu mana yang rusak, biasanya kata kawan saya Fina-lnya, nanti klu yang rusak sudah kamu ganti, kamu masukkan lampu TL (neon-nya) kedalam Loading Coil ini, terus kamu hidupkan dan kamu putar putar Tuning besi ini, jika lampu nyala berati bagus". Memang setelah saya ganti Transistor Finalnya klu ga salah transistor nya transistor audio D895 satu biji, dan saya masukkan lampu TL 10W dan saya on-kan perangkat dan saya Tuning lampu tersebut nyala terang walu tanpa kabel penghubung. Beberapa hari kemudian bapak itu datang dan saya diajaknya kerumahnya, sampai dirumahnya beliau langsung pasang perangkat tersebut, dihalaman rumahnya saya lihat ada tiang dan ada bentangan kawat panja, biliau bilang "tuh antenanya" saya cuama "o...". ga lama kemudian dia mualai nge-break biliau bilang gini "halo 123 testing modulasi apa ada yang monitor disana?" ga lama kemudian ada jawaban dari jau waktu itu dari Tanjung pinang, klu ga salah namanya Pakde Paimo, ga lama kemudian bapak itu bilang ke saya, "coba kamu bikin pesawat kaya saya ini, bisa ngebrik kemana-mana, disini banyak kawan-kawan elekro juga yang hobi experimen..." saya bilang: "saya ga ada skemanya pak". bapak itu bilang: "udah kamu bawa aja pesawat ini sama antenanya, kamu nge-break lah, terus kamu conto rangkaiannya dan panjang antenanya, nanti klu punya kamu udah jadi baru yang ini kamu kembalikan kesini..." saya bilang: "oke lah pak". karna waktu itu emang saya baru-barunya service jadi masih kurang kerjaan maka saya rajin otak-atik perangkat tersebut, sampai-sampai saya beli buku buat nambah wawasan, kebetulan saya beli buku klu dak salah membuat pemancar sendiri 80M Band (3,5MHz) sekarang bukunya entah kececer dimana saya cari ga ketemu. Singkat cerita pesawat rakitan saya jadi, dan saya kembalikan punya bapak itu dan kami tiap hari nge-break ama teman teman,  tp yang payah nya jarang ceweknya, ada sih kadang kadang aja, mungkin pakai pesawat bapaknya jika sedang ga dipakai, dan umumnya pemakainya udah usia semua, jarang yang su usia ku mungkin ga ada yang 20 tahunan,, tp ya senang juga sih experiment,,, malah sempat produksi juga.. hehe.. dari breaker dijawa yang sudah maju pesawatnya saya minta kirimin skema, sehingga banyak skema dari berbagai versi, dan ada yang namanya LSB nah yang LSB ini saya pernah membuat PCB nya dan pernah juga produksi ada juga yang dikirim kejawa dan sebagian dipakai temen-temen lokal sumatra. Sampai sekarang masih ada yang aktive menggunakan perangkat bikinan saya ini, dia bolak-balik nelpon agar saya on air lagi,, sebenernya pengen sih on air lagi tapi belum ada kesempatan,,,, lagi sibuk sama kerjaan,, mudah mudahan kapan waktunya saya akan on air lagi "SALAM 73 CERIO....)

Nah bagi teman-teman yang mungkin pengen ber-experimin di 80M Band ini saya berikan sekemanya semoga bisa membantu, untuk yang ini sekema modul AM dan nanti akan saya posting juga yang modu LSB, kalau yang LSB ini bisa nge-break sama orang ORARI loh...

Ini inilah skema pemancar yang saya gunakan pertama kali untuk nge-break sebelum membuat yang LSB




Keterangan: 
L1 dan l2 RFC, atau bisa dibuat sendiri dengan kawat email dillit pada inti ferit radio
L1: 50lilit kawat email 0,6mm
L2: 50lilit kawat email 0,8mm
Loading Coil 21lilit kawat email 0,6mm, dililit pada paratalon 1,5inch liltan rapat
OSC: 21lilit kawat email 0,2mm dililit pada bekas trafo OSC atau bekas trafo MF

Sekema diatas adalah sekema pemancarnya, transistor finalnya biasa saya gunakan type-type D313, D1047, D895 dan terakhir saya coba pakai TR dari inverter yakni IRF Z44 dan ternyata hasilnya sama aja bisa.

Untuk rangkaian AMPLI atau dalam dunia nge-break disebut Modulator saya gunakan Power OCL 150 watt mono. karna saya malas ngerakit modulator yang kayak aslinya jadi saya manfaatkan kit ampli yang udah ada.

Untuk penerimanya/recievernya yakni yang untuk memonitor lawan bicara, saya gunakan radio National 2 Band MW/SW dan yang dipergunakan adalah pada gelombang SW freq 3.0 - 4.5 MHz. Di freq itulah banyak orang-orang yang nge-break dan yang lagi experiment dengan pemancarnya.

Antara pemancar/transmitter dan radio penerimanya ada saklar yakni saklar PTT jika ditekan makan transmitternya on dan jika dilepas maka radionya yang on dan transmitternya off. dan mic yang dipergunakan adalah mic condensor yang kecil. dan ada satu lagi saklar oscilator (OSC) atau saklar Zero Beat

ANTENA pasawat ini mengngunakan kawat tembaga 1mm atau menggunakan kabel tunggal yang biasa untuk listrik (NGA) 2,5, dibentang di ketinggian 9Meter sayap barat timut dengan panjang masing-masing sayap 17,5Meter dan menggunakan kabel penyalur adalah kabel 300ohm atau kabel antena TV. Lihatlah gambar dibawah, itulah kira-kira antena yang saya gunakan




Cara menggunakan pesawat ini jika yang belum terbiasa tentu tidak akan bisa, cara mengoperasikan jika ingin nge-break adalah: 
Cara pertama: kita dial dulu radio penerimanya sampai ketemu orang-orang yang lagi nge-break, setelah ketemu, kita onkan saklar beat/osc nya, maka rangkaian oscilator akan hidup, terus kita dial Tuning oscilatornya sampai ketemu pada radio penerimanya akan bunyi "cuit-cuiiiit" jika Tuning di dial kebawah bunyi cuit dan ketatas bunyi cuit juga maka posisi yang pas adalah ditengah-tengah sampai tidak ada suara mencuit cuma suara dengung yang lemah dan suara orang nge_break agak kedengaran itulah namanya Zero Beat, setelah benar-benar zero beat mana tinggal tekan PTT dan pangggil orang-orang yang sedang ngomong tersebut, biasanya akan ada jawaban.
Cara kedua: kita hidupkan oscilator pemancar kita dulu dengan meng-on kan saklar Zero Beat, kemudian kita on-kan radio penerima kita juga dan dial gelombangnya cari sinyal oscilator pemancar bekerjanya dimana, kadang bunyi zessst dan paskan bener, setelah zero antara radio dan oscilator maka matikan saklar zerro beat nya dan tekanlah saklar PTT dan cuap-cuap atau panggil-panggil aja, atau kadang saya putarkan lagu-lagu, selang beberapa saat manakala kita lepaskan PTT biasanya ada yang mendengar panggilan kita dan menjawab dan akhirnya ngobrol deh... syaratnya radio kita harus pada freq mancar kita,

Nah begitulah awal saya nge-break di 80M Band,, manual banget. sampai akhirnya dapat skema LSB dan mencoba membuatnya dan ternyat berhasil juga, dengan LSB modulasi lebih jelas, cuama ga bisa buat muter lagu-lagu, untuk musik suaranya ga enak digengar,,, di LSB ini saya lebih mudah jika ingin nge-break, dialnya satu aja, ga kayak AM dial pemancar dan penerima sendiri-sendiri, di LSB ini cuma sekali dial ngomong deh, dan lagi sudah paka couter frekwensi miskipung yang saya pakai adalah couter bekas radio mobil. tapi ya lumayanlah sudah tau dimana frekwensi kerja kita.. jadi ga buta, misalnya ada yang ajak geser ke frekwensi sekian ya mudah...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Search

Loading...

Mau CoBa!!!!